Bongkar Paket Sendok Timbangan Digital

Rencana awal untuk mengolah kopi di Kakapéan adalah menggunakan peralatan manual yang membutuhkan takaran yang akurat. Dari situ muncul kebutuhan akan sebuah alat ukur atau timbangan untuk menakar berat kopi yang akan diolah. Maka, kami memasukkan alat takar atau timbangan ke dalam daftar rencana belanja peralatan.

Proses pencarian pun dimulai. Di website-website marketplace terdapat banyak sekali pilihan jenis timbangan terutama untuk pengukuran berat makanan. Mulai dari jenis timbangan konvensional, timbangan digital biasa sampai timbangan sendok. Mulai dari timbangan dengan spesifikasi untuk kebutuhan profesional sampai yang biasa saja dan murah meriah.

Setelah melihat jenis-jenis timbangan yang ada di pasaran, kami akhirnya memilih timbangan yang berbentuk sendok. Pilihan sendok takarnya pun yang memiliki teknologi digital. Selain alasan kepraktisan juga karena alasan estetika, karena sendok takar ini kalau sekedar dipajang pun kelihatan keren dan canggih. heheheh 😀

Setelah mengumpulkan beberapa alternatif, akhirnya terpilih satu jenis timbangan berupa sendok takar khusus untuk bahan makanan. Sendok takar ini tidak bermerek (??), dan hanya bertuliskan Digital Spoon Scale pada kemasannya. Barang ini didapatkan hanya dengan harga Rp 100.000 saja di Bukalapak dan dibeli dari penjual “Toko Pandaan”. Dengan harga semurah itu, sudah termasuk dengan 2 buah baterai AAA bermerek Powercell Super Extra.

Untuk dokumentasi bongkar paket sendok takar digital ini, berikut videonya:

 

Tidak lupa juga, ini dia foto-foto sendok takar digital tersebut:

Setelah selesai unboxing, kami langsung coba pasangkan baterainya dan kami coba produknya ternyata berjalan lancar. Berhubung baru pertama kali mencobanya, jadi kami harus mencoba-coba terlebih dahulu fitur-fitur di dalamnya. Untungnya petunjuk penggunaannya cukup mudah dipahami, meskipun awalnya bingung dengan fungsi fitur-fiturnya.

*Update: Setelah beberapa waktu, ternyata sendok timbangan digital ini tidak terpakai. Bukan karena alatnya bermasalah, tapi karena memang di Kakapéan ternyata tidak terlalu membutuhkan alat takar yang akurat. Cukup menggunakan takaran dengan sendok teh dan sendok makan, untuk keperluan pengolahan kopi sudah cukup terpenuhi. 😀


Tautan Eksternal

Respons

Beri Respons